Mengenal Keunikan Tradisi Mappabotting Adat Suku Bugis

BloggerBugis - Rangakian acara mappabotting atau prosesi pernikahan dari tradisi adat suku Bugis di Sulawesi Selatan. Konon menurut cerita apabila tradisi ini tidak ditunaikan oleh orang suku Bugis maka sang pengantin akan mengalami kemandulan/tidak mendapatkan keturunan. Prosesi pernikahan adalah salah satu bentuk ikatan perjanjian nikah yang dilakukan oleh kedua belah pihak baik laki-laki dan mempelai wanita dan Suku bugis mungkin tak asing lagi kita dengar.

Tradisi Pernikahan Adat Suku Bugis

Tradisi Pernikahan Adat Suku Bugis

Pernikahan dalam suku bugis dikenal dengan nama 'Mappabotting', begitu berbeda dengan acara-acaran pesta pernikahan yang diadakan atau dilakukan di gedung. Acara Mappabotting ini dilaksanakan jika kedua belah pihak telah ada persetujuan baik pihak laki-laki maupun perempuan, pernikahan dalam suku bugis memiliiki cerita tersendiri yang tergolong unik mengenai acara pernikahan.

Sebelum pernikahan ada syarat yang harus ditunaikan yakni 'Maddutta/mappetu ada', madduta adalah dimana pada pihak keluarga laki-laki mendatangi pihak perempuan untuk melakukan lamaran pada perempuan dengan adanya Dui’ ménré atau dui’ balanca/uang untuk dipakai sebagai biaya acara yang nantinya akan berlasung di rumah mempelai wanita. Madduta adalah proses tawar-menawar sama halnya seperti antara penjual dan pembeli pada sistem jual-beli sampai menemui titik kesepakan oleh kedua belah pihak.

Bila mana sudah ditentukan waktu pernikahan, maka selang satu minggu sebelum acara mappabotting ini berlansung maka acara yang dilakukan yakni dinamakan 'Accado-cado' yakni seluruh keluarga berdatangan kerumah sang pengantin sebagai tanda rasa kebahagiaan karena ada keluarganya akan melaksanakan acara pernikahan, disanalah mereka dengan saling gotong royong bekerja dalam mempersiapkan segala kesiapan acara pernikahan.

Tradisi Pernikahan Adat Suku Bugis

Adapun beberapa prosesi pernikahan lainnya pada suku Bugis yakni ritual mabbarasanji dan malam suci/wenni appacingen. Mabbarasanji proses membacakan ayat-ayat pada kitab barasanji, sedangkan appacingen adalah malam suci dimana anak yang akan melansungkan pernikahan dirias dan dihias dengan beberapa kosmetik tradisional khas suku bugis. Apakah Anda merasa penasaran dengan tradisi pernikahan suku bugis.

Nah dari keunikan pada acara perkawinan suku bugis melambangkan bahwa masih ada suku yang sangat mempercayai dan disiplin tentang masa lampau, menurut kepercayaan suku Bugis jika diantaranya ada salah satu persyaratan yang tidak dilaksanakan atau ditinggalkan maka konon katanya keluarga yang telah melaksanakan mappabotting ini akan mengalami mandul atau tak mempunyai keturunan.

Tahapan Acara Mappabotting dan Istilah-istilah pada upacara adat perkawinan orang Bugis:
  • Pemilihan Jodoh
  • Mamman-manu yang berarti masa penjajakan
  • Madduta atan massuro masa meminang
  • Mappasiarekeng proses pengukuhkan kesepakatan
  • Mappaisseng dan mattampa yakni menyebarkan undangan kepada famili dan kerabat
  • Mappatettong sarapo/walasuji/baruga yakni mendirikan bangunan pelaminan
  • Mappassau botting dan cemme passili yakni proses memandikan pengantin atau merawat pengantin
  • Mappanre temme bagi calon pengantin yang pernah khatam dalam membaca al-Quran dan dilanjutkan dengan pembacaan barzanji
  • Mappacci atau tudammpenni proses mensucikan diri
  • Resepsi atau Pesta Perkawinan:
  • Mappenre Botting yakni proses mengantar pengantin
  • Madduppa botting proses menyambut kedatangan pengantin
  • Akad nikah
  • Mappasiluka atau Mappasikarawa yakni persentuhan pertama
  • Upacara/ceramah nasehat perkawinan dan dilanjutkan dengan acara perjamuan
  • Mapparola/Marola adalah kegiatan kunjungan balasan dari pihak mempelai wanita ke rumah mempelai pria
  • Mallukka botting proses melepas pakaian pengantin
  • Ziarah kubur mengungjungi makam
  • Massita baiseng proses bertemu besan
  • Sompa, yaitu mas kawin atau mahar dalam bentuk uang real adalah salah satu syarat sah yang digunakan dalam peminangan menurut Islam.
  • Doi menre atau doi balanca, yaitu sejumlah uang belanja dari pihak mempelai pria merupakan syarat sah peminangan dalam suku bugis. Uang tersebut sebagai uang biaya pesta mempelai wanita.
  • Cicing passiok adalah berupa cincin emas yang diberikan mempelai pria kepada mempelai wanita.
  • Sarung sutera sebagai hadiah untuk kedua belah pihak keluarga mempelai.
  • Seperangkat peralatan dalam acara mappaccing seperti bantal, ma'daung, pucuk pisang, daun nangka, baki , lilin, wenno/benno (emping dari padi yang disangrai).
  • Berbagai macam kue-kue tradisional Bugis dan makanan seperti badda-baddang, nennu-nennu, beppa puteh, palopo, paloleng, barongko, lapisi, sanggarak, cangkueng, dll.
  • Bosara, yaitu tempat menyimpan kue-kue tradisional Bugis, dan sebagainya.

Disarankan Untuk Anda:

0 Response to "Mengenal Keunikan Tradisi Mappabotting Adat Suku Bugis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel