Upacara Rambu Solo Puang Nenek Chali Ibu Bupati Tana Toraja

Toraja, Blogger Bugis - Rambu Solo adalah upacara adat kematian masyarakat Toraja untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan mengenai Upacara Rambu Solo, disini blogger bugis akan mengulas mengenai kematian Dina Lona londongalo atau Puang Nenek Chali adalah ibunda dari Bupati Toraja, Theofilus Allorerung, berlangsung dengan ritual kematian yakni Rambu Solo.

Upacara kematian ini belansung tepatnya di Desa Rembong Kabupaten Tana Toraja Sulsel. yang dimana acara ini digelar pada hari Sabtu 27 Desember 2014 dan admin ikut hadir pada acara tersebut. Ritual Rambu solo ini bertempat dibekas persawahan milik warga, naj ditempat inilah dibangun rumah adat khas Toraja untuk tempat untuk para pelayak.

Upacara Rambu Solo

Upacara Rambu Solo, Pemakaman Khas Toraja


Pertunjukan Yang di Gelar Pada Acara Rambu Solo
Pada Ritual Rambu Solo ini ada begitu banyak acara yang dipertunjukkan mulai dari atraksi budaya, diantaranya Ma’pasilaga Tedong (adu kerbau/mengadu kerbau), Setelah kerbau tersebut diadu, maka selajutnya tedong/kebau tersebut akan dikorbankan dengan cara menebas langsung leher kerbau. Juga menikam hewan Babi lalu membakarnya. Hal demikian inilah merupakan ciri khas masyarakat Tana Toraja.

Upacara Rambu Solo

Selain itu terdapat juga berbagai pegelaran Tari-tarian diantaranya, Tarian Ma'badong, Pa'randing dan Tarian ma'bugi. Tarian ini mempunyai maksud dan tujuan untuk menyambut kedatangan tamu atau para pelayak yang menghadiri upaca rambu solo.

Berapa Besar Anggaran Yang di Perlukan dalam Upacara Rambu Solo?
Ritual Rambu Solo ini, tentunya memakan anggaran yang begitu besar. Menurut infomasi yang blogger bugis himpun dilapangan. Harga dari seekor hewan Tedong Bonga, mencapai Rp 80 juta per ekor, sedangkan Tedong Bule (kerbau bercorak hitam dan putih) berkisaran Rp 200-500 juta perekor.

Upacara Rambu Solo

Adapun dari 1 ekor babi diharga Rp 4-6 juta per ekornya. Menurut, Salah satu warga Desa Rembong, Martianus mengatakan, sebanyak 68 ekor tedong bonga dan 3 ekor Tedong Bule, sedangkan babi sebanyak ratusan. Ada pula, puluhan rumah adat Toraja, di lokasi kematian, namun beliau tak menyebutkan berapa biayanya. yang jelasnya pagelaran upacara Rambu Solo ini menghabiskan dana sampai miliyaran rupaih.

Upacara Rambu Solo

Tujuan Diadakannya Upacara Rambu Solo
Adapun maksud dan tujuan Upacara Rambu Solo ini menurut keyakinan orang torja, bertujuan untuk menghormati dan mengantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh atau alam peristirahatan terakhir sang mayat.

Upacara Rambu Solo

Ritual Inti dari Rambu Solo
Dalam Upacara Rambu Solo ini terdapat beberapa rangkaian ritual yang dilaksanakan, seperti mulai dari proses pembungkusan jenazah, pembuatan peti jenazah dengan pernak

pernik yang terbuat dari benang emas dan perak. Kemudian penurunan jenazah ke lumbung untuk disemayamkan, dan proses pengusungan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. lama dari Upacara Rambu Solo Ini berlangsung selama satu Minggu.

Siapa sajakah yang dapat melaksanakan Upacara Rambu Solo?
Menurut keterangan yang blogger bugis himpun bahwa Upacara ritual Rambu Solo ini tidak hanya dapat dilaksanakan oleh orang atau kaum bangsawan saja, melainkan, siapa saja berhak mengelar Upacara Rambu Solo ini, syaratnya pun cukup mudah yakni hanya dengan memiliki harta yang berlebihan.

Dan tidak juga keturunan bangsawan. Akan tetapi tergantung kemampuan seseorang. Budaya Rambu Solo Merupakan Budaya yang unik yang hanya dapat di temui di Tana Toraja saja. Demikian Ulasan singkat tentang Upacara rambu woso di Tana Toraja. Mari Lestrikan Budaya Indonesia.

Suka dengan artikel di atas? nggak ada salahnya untuk berlangganan artikel terbaru dari blog ini langsung via email:

Disarankan Untuk Anda:

0 Response to "Upacara Rambu Solo Puang Nenek Chali Ibu Bupati Tana Toraja"

Posting Komentar