Asdar Muis RMS Semangat dan karyanya Takkan Pernah Mati

Blogger Bugis - Asdar Muis RMS Kini telah tiada meninggalkan kita semua beliau adalah budayawan Sulsel yang mengembuskan napas terakhirnya/meninggal dunia pada 27/10/14, Jenazah beliau Dimakamkan di kampung halamannya, kampung neneknya di pangkep (Kampung Salobbo Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene Kepulauan) senin siang, 27 Oktober. Jenazah diiringi ratusan kendaraan menuju kampung halamannya tersebut. Sejumlah pejabat ikut mengantar kepergiannya, di antaranya Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, beserta jajarannya, serta‎ Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid.

Asdar Muis RMS

Asdar Muis RMS


Sebelum Beliau mengembuskan napas terakhirnya, beliau masih sempat tampil di Benteng Rotterdam dalam event Sastra Kepulauan 26/10/14. Berikut Biografi Asdar Muis RMS dan catatan hasil karya Asdar Muis RMS
  • Asdar Muis RMS Lahir di Pangkep pada 13 Agustus 1963.
  • Jebolan ASDRAFI Yogyakarta dan alumnus Fisipol Unhas ini aktif menulis puisi sejak di SMA Pangkep.
  • Sajaknya tahun 1987 dimuat di harian Pedoman Rakyat, SKK Identitas dan mingguan Fajar.
  • Tahun 1988-1982 aktif menulis puisi di Harian Fajar, Manado Post dan Mercusuar Palu.
  • Mantan wartawan di berbagai kota yang kini aktif berkesenian di Makassar sejak Juni 2000.
  • Aktif menulis esei pada rubric “Manusia-Manusia” di Haria Fajar edisi Minggu, menulis novel dan telah menulis beberapa biografi pejabat penting serta melaksanakan berbagai pertunjukan teater di berbagai tempat.
  • Ia juga kerap memakai nama samara Linaku N. Rosita.
Tulisannya pernah rutin dimuat di harian Pedoman Rakyat dan di Harian Fajar. Bila menulis karya sastra, suami Herlina ini kerap memakai berbagai nama samaran, antara lain Linaku Nunung Rosita.Sejak awal 1984, ia menambahkan RMS pada namanya, singkatan dari “Rachmatiah Muis Sanusi”. Direktur Berita Radio Suara Celebes FM 90,9 Mhz dan staf pengajar Universitas Fajar Makassar ini menulis buku antara lain “Sepatu Tuhan” dan “HZB Palaguna : Jangan Mati Dalam Kemiskinan”. Yang fenomenal, novelnya “Eksekusi Menjelang Shubuh” yang terbit tahun 2009.

Di belantara jurnalistik, ia pernah menjadi Pemred Tabloid Harian Suaka Metro Jakarta, Redpel Manado Post, Redpel Tabloid Anak Wanita “Gita” Jakarta, redaktur Harian Berita Yudha, bekerja di Harian Fajar, koresponden MBM Tempo, Kepala Biro Harian Nusa-Bali di Jakarta, Direktur Pemberitaan Harian Pedoman Rakyat, dan beberapa media lainnya di Sulawesi dan Kalimantan.

Asdar Muis adalah pendiri “Komunitas Sapi Berbunyi” di Makassar. Jebolan Asdrafi (Akademi Seni Drama Indonesia) Yogyakarta, Fisipol Unhas dan sosiologi Pascasarjana Program Magister Universitas Hasanuddin ini setiap kali ditanya tentang pekerjaannya selalu menjawab secara serius: “berpikir!”.

Berikut Adalah Blog Asdar Muis RMS:
http://badaruddinamir.wordpress.com/2010/12/09/asdar-muis-rms/
http://asdarmuis.wordpress.com/
https://www.facebook.com/asdar.muis
Mari kita Doakan beliau Asdar Muis RMS semoga amal dan ibadah beliau di terima di sisiNYA.

Disarankan Untuk Anda:

0 Response to "Asdar Muis RMS Semangat dan karyanya Takkan Pernah Mati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel