20 Tahun Jadi Guru Honor Namun Belum Terangkat PNS

Blogger Bugis - Kasihan Sungguh Pengabdian yang luar biasa namanya Marthen Rambung. Pria ini lahir di desa Buntao 2 Mei 1967. Kelihatan di wajah serta tatapan matanya, tersimpan sejuta harapan serta mimpi yang menempel dipikirannya. Sesekali terucap di bibirnya perihal cita-citanya dari kecil bakal terkabulkan.

Mimpi serta harapannya cukup sederhana ini, Marthen Rambung hanya mau jadi guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mengajar pada sekolah di kampung halamannya serta sama-sama berbagi pengetahuan kepada sesama warga lain yaitu yang dimimpikan paling besar dalam hidupnya.

20 Tahun Jadi Guru Honor Belum Terangkat PNS

20 Tahun Jadi Guru Honor Belum Terangkat PNS


Dengan modal serta kebulatan tekad, semangat serta usaha keras untuk meraih mimpi, sesudah menuntaskan pendidikannya di SMP, dia memilih untuk meneruskan pendidikan pada sekolah guru olah raga (SGO) di Rantepao. Dengan harapan bisa mengabdikan diri di sekolah untuk guru olah raga di desa tempat dia di besarkan.

Untuk Alumni di SGO tahun 1988 di Rantepao, Marthen Rambung lebih menentukan tawarkan diri untuk mengabdi untuk guru suka-rela dengan gaji seadanya pada tahun 1993 di SDN Kadinge kecamatan Buntao’. Berselang satu tahun lebih, berbarengan 4 rekannya yang terbagi dalam 3 guru suka-rela serta 1 guru PNS meniti serta membuat SD Mini Tonglo yang waktu ini beralih nama jadi SDN 9 Buntao.

Suami Y Salissing ini mengakui, telah 20 tahun mengabdi untuk guru honorer di sekolah itu, tetapi mimpi jadi guru berstatus PNS sampai tahun 2013 ini belum juga terkabulkan. “Mungkinkah harapan saya ini bakal terwujud? ” pertanyaan yang kerap nampak dipikirannya yang hingga saat ini belum terjawab.

Dengan modal mengantongi SK sekolah pertama tahun 1993 hingga tahun 2014 tak pernah terputus, tetap tersimpan rapi pada lemari. Walau telah enam kali mengikuti tes seleksi CPNS, semuanya itu tidak berhasil.

Walau sekian, sosok pria yang memiliki 3 anak serta 5 anak angkat ini tidak sempat tampak rasa kekecewaan di raut berwajah, walaupun 20 tahun tidaklah saat yang pendek. Namun untuk Marthen Rambung, memaknai Tuhan sudah menguji kesabaran serta ketulusannya dalam hal sharing pengetahuan.

Walaupun cuma berstatus guru honorer tak menyurutkan semangat untuk selalu mengabdi di sekolah. Rasa cintanya pada profesi guru terlanjur tinggi sampai merelakan beberapa waktunya 20 tahun di sekolah.

Tetapi apa yang diyakininya benar-benar kuat bahwasanya satu waktu Tuhan bakal mengabulkan mimpinya jadi kenyataan. Pria yang akrab disapa dengan Marthen, semangatnya tidak pernah hilang untuk datang dan mengajar di sekolah lantaran anak-anak bangsa itu memerlukan tenaga serta pikirannya.

Baginya, semangat serta usaha keras dan senantiasa mengharapkan bahwasanya semua perjuangan sampai kini semoga nantinya bakal berbuah manis. “Besar harapan kami pada pemerintah kabupaten Toraja Utara, sangkanya bisa lebih di perhatikan untuk guru honorer yang sudah beberapa puluh tahun mengabdi di sekolah terpencil, hingga saat ini belum diangkat jadi guru PNS, ” tuturnya penuh ingin.

Menurut pernyataan beragam sumber yang didapati, baik kelompok guru ataupun orang-orang setempat, membenarkan hal itu. Juga teman-teman seperjuangan Marthen yang telah lama mencicipi namanya PNS, mengakui bahwasanya Marthen yaitu sosok yang disiplin serta penuh tanggung jawab bakal pekerjaan yang diemban. Marthen juga di kenal aktif di organisasi gereja serta kemasyarakatan hingga sosoknya bisa diakrabi dari seluruhnya kelompok orang-orang di kampungnya.

Cerita berbeda juga ikut diceritakan Astri Wahyuni. Dari tahun 2006 jadi guru honor, hingga saat ini belum disertifikasi ataupun diangkat jadi PNS. Diakui Astri, panggilan akrabnya, dari tetap di bangku kuliah dianya telah mulai mengajar di SD saat itu. Usai kuliah, lalu mengajar di SMP di DDI salah satu kota Makassar.

Saya telah berapa kali mendaftar CPNS. Bila baru-baru ini tidak lantaran tak ada di Makassar, cuma di daerah. Itu juga cuma satu jurusan saja. Di jurusan saya saja cuma satu yang ingin di terima,  ungkap wanita yang mengakui sempat kuliah jurusan Biologi di UVRI Fakultas MIPA ini.

Astri menuturkan, dirinya senantiasa mengajukan nama di sekolah untuk memperoleh sertifikasi, cuma saja belum sempat keluar hasil yang memuaskan. Dia juga mengakui di sekolah tempatnya mengajar banyak guru honorer selain dirinya sendiri. Juga menurut penuturannya, kepala sekolahnya sendiri tetap berstatus honorer, hanya saja sudah bisa sertifikasi.

Bukan sekedar ada sekat pembeda pada guru berstatus honorer dengan PNS, guru honorer di sekolah swasta, kata Astri, terkadang dianaktirikan. Walau sebenarnya sekolah swasta serta negeri, di matanya, keduanya sama mengabdi untuk negara.

Yang saya saksikan dari sekolah swasta dengan negeri itu. Bila di sekolah swasta seolah dikesampingkan sama pemerintah lantaran seluruhnya orang ada yang masuk K2 sedang ada juga rekan yang telah lama mengajar, pengabdiannya telah 15 tahun belum ada masuk namanya di K2. Sedang di sekolah negeri baru mengajar satu tahun lebih saja telah ada masuk namanya di database K2, ” tuturnya bernada kecewa.

Mengaku memperoleh gaji kurang lebih Rp 5000/jam, upah yang diperolehnya dari dana BOS memanglah dikira Astrid tak seberapa. Karena itu, dia benar-benar mengharapkan pemerintah dapat lebih serius mengatasi kesejahteraan guru honorer.

“Perhatikan dahulu guru honorer, lantaran telah lama mengabdi. Kenapa ingin mencari yang lain lagi bila umpamanya telah ada guru honorer yang telah dapat dibuktikan mengabdi satu tahun lebih lamanya. Kalau bisa pemerintah janganlah setengah-setengah bila ingin mengangkat guru, ” harapnya.

Disarankan Untuk Anda:

2 Responses to "20 Tahun Jadi Guru Honor Namun Belum Terangkat PNS"

  1. Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag jatim) Berawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA JATIM tepatnya di kab SIDOARJO dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. karena tanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA JATIM dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa cemas dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimiskupun timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 15 Desember 2013 namun di undur tanggal 21Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 2 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten SIDOARJO Prov JAWA TIMUR. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku. Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku.dan untuk hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada : 1. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama juga buat teman-temanku terimakasih semuanya. 2. Terimakasih khususnya Bpk.Drs.DEDE DJUNAEDHY M.SI beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah yang membantu kelulusan saya,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.jadi bagi temen2 yang ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi Direktur pengadaan PNS Drs.DEDE JUNAEDY M.SI,0878 4299 6999.wassalam...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks atas curhatnya mba selamat mengabikan diri kepada nusa dan bangsa, Mengenai masalah nomor yang di camtumkan oleh mbak saya kurang yakin, Himbauan saya kiranya yang membaca postingan ini agar lebih berhati2 dengan oknum yang mengatas namakan dirinya bisa meloloskan seseorang jadi cpns, Penipuan akhir2 ini marak terjadi, Ingat Toh jika memang PNS adalah takdir yang telah di tentukan oleh Tuhan, jadi yang kita perlukan adalah berdoa dan berusaha tanpa ada campur tangan dari orang2 (pengurus )yang ingin di sogok terlebih dahulu baru di angkat jadi PNS.

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel